Gejala Alam Gempa Bumi

Januari 22, 2010

Gempa bumi merupakan gejala alam yang sering terjadi di lingkungan kita. Gempa bumi adalah suatu getaran yang dirasakan di permukaan bumi akibat pergeseran tiba-tiba dari lapisan tanah di bawah permukaan bumi. Ketika gempa terjadi, timbul getaran yang disebut gelombang seismik yang menjauhi fokus ke segala arah di dalam bumi.

Gempa bumi terjadi karena pergerakan lempeng-lempeng tektonik. Lempeng tektonik merupakan lempeng yang padat yang terapung di atas lapisan yang sangat panas yaitu mantel yang ikut bergerak satu sama lain. Ada tiga kemungkinan pergerakan lempeng yaitu saling bergeser, saling mendekati dan saling menjauh.

Gempa dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Umumnya, gempa terjadi disekitar batas lempeng dan banyak didapat lempeng aktif disekitar batas lempeng. Kecenderungan konsentrasi gempa-gempa terjadi ditempat-tempat tertentu saja, seperti batas plat Pasifik. Tempat ini disebut juga sebagai Lingkaran Api karena banyaknya gunung api. Titik dimulainya gempa disepanjang batas lempeng disebut hyposenter dan titik yang tepat di atas hyposenter disebut episenter. Getaran yang paling besar dirasakan di episenter. Gempa bumi sebenarnya terjadi setiap hari. Karena pergerakannya lambat. gempa tidak bisa dirasakan namun dapat erukur 0-15 cm per tahun. Pergerakan lempeng yang satu dan yang lain sering kali macet dan saling mengunci dan terjadi pengumpulan energi dan pada suatu saat terjadi pelepasan energi yang kkita kenal sebagai gempa.

Kekuatan gempa dinyatakan dalam skala Richter (SR) sesuai dengan penemunya yaitu Charles Francis Richter (1900-1985). Ia adalah seorang  ahli seismolog dan fisika dari California. Skala ini berkisar 0-10. Pada kekuatan 3.5 SR getaran dapat dirasakan  manusia. Pada kekuatan 4.5 SR dapat terjadi kerusakan lokal. Pada kekuatan 7 SR kea atas terjadi gempa bumi besar.Kekuatan gempa diukur dalam alat yang disebut seismograf. Orang atau ilmuwan yang mempelajari  gempa disebut seismologist. Seismologist menggunakan skala Richter untuk menggambarkan besaran gempa dan skala Mercalli untuk menunjukkan intensitas gempa atau pengaruh gempa terhadap tanah, gedung dan manusia.

Menurut proses terjadinya :

  1. Gempa Tektonik, yaitu gempa yang terjadi akibat pergerakan lempeng-lempeng tektonik.
  2. Gempa Vulkanik, yaitu gempa yang terjadi akibat pergerakan magma menuju permukaan gunung berapi. Pergerakan magma inin bisa menyebabkan pergeseran pada  batuan-batuan sehingga menimbulkan gempa bumi. Kekuatan gempa hanya dapat dirasakan menjelang letusan, saat letusan dan beberapa saat setelah letusan di sekitar gunung berapi.
  3. Gempa runtuhan/ longsoran, yaitu gempa yang terjadi akibat daerah kosong dibawah lahan mengalami runtuh dan hanya dapat dirasakan disekitar daerah runtuhan.

Menurut bentuk episentrumnya :

  1. Gempa sentral, yaitu episentrumnya berbentuk titik.
  2. Gempa linier, yaitu episenntrumnya berbentuk garis.

Menurut kedalaman hyposentrumnya :

  1. Gempa bumi dalam : kedalaman hyposenter lebih dari 300 km.
  2. Gempa bumi menengah : kedalaman hyposenter antara60-300 km.
  3. Gempa bumi dangkal : kedalaman hyposenter dibawah 60 km.

Menurut jaraknya :

  1. Gempa bumi sangat jauh : jarak episentrumnya lebih dari 10.000 km.
  2. Gempa bumi jauh : jarak  episentrumnya sekitar10.000 km.
  3. Gempa bumi lokal : jarak episentrumnya kurang 10.000 km.

Menurut lokasinya :

  1. Gempa daratan : episentrumnya di daratan.
  2. Gempa lautan :  episentrumnya di lautan.

Gempa bumi merupakan gejala alam yang tidak dapat diprediksi sebelumnya. Untuk mengantisipasinya ada dua tahap yaitu :

  • Tahap persiapan
  1. Mempersiapkan tempat berlindung yang aman saat gempa. Hindari dari tempat yang dapat menyebabkan jatuhnya benda. Kolong meja dapat dijadikan salah satu tempat berlindung.
  2. Menggunakan aca yang aman (safety glass) untuk jendela atau perabot lainnya. Kaca yang aman adalah kaca yang tidak melukai jika pecah.
  3. Memperbaiki bagian-bagian bangunan yang rusak atau tidak kuat sehingga tidak mudah runtuh saat gempa.
  4. Mengetahui tempat- tempat yang tepat saat gempa sperti daratan yang tinggi bagi orang yang tinggal di pantai mengantisipasi bila terjadi tsunami.
  5. Menyiapkan makanan dan minuman perbekalan seperti biskuit, mi instan dan air mineral dalam kemasan yang mudah dibawa.
  6. Menyiapkan perlengkapan P3K dalam wadah yang praktis dibawa.
  • Tahap tindakan saat gempa
  1. Mencari jalan keluar untuk meninggalkan ruangan atau gedung.
  2. Menghindari dari berlindung di tempat-tempat yang berbahaya  seperti jembatan, dekat pom bensin, dibawah tiang listrik dan lain-lain.
  3. Sesegera mungkin matikan aliran listrik dan sumber api seperti kompor untuk menghindari hubungan arus pendek dan kebakaran.
  4. Bersikap tenang tanpa membuat panik orang lain.
  5. Segeralah mengungsi ke tempat terbuka dan aman.
  6. Menghubungi petugas berwajib dan petugas medis untuk menangani korban luka.
About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: